Tuesday, July 26, 2016

Perfect Getaway

Sometimes, I feel that doing 6 years PhD (yeep its 6 years) is quite tiring.  How come it will not give you that feeling, when you need to do research as well as consultancy projects in the same time. In my case, both of my research and consultancy projects are very different, so I need to think twice for doing both of them. The consultancy project in here related to the statistical data analysis for company/industry/government/NGO/non-statisticians-PhD. This year is my 4th year of PhD, meaning that I still have 2 more years to go. In the same time, the jealously comes to my mind, since my colleagues, with the same entry year, with 4 years PhD period, will be defense in this year. I am gonna be alone.. haha

Other feeling that also sometimes comes up is boring moments. I am just a human, sometimes I fed up with what I've done, and want to finish everything as soon as possible, just like others PhD students do ... hehehe. Now I know why everyone disagree with my decisions when I was considering to take this PhD project in the first place. They said that 4 years Phd is hard enough, no need to add 2 more years.. Hahaha.. But in the end, I still took this opportunity after I have gotten permission from my parent. 

However, I think Allah really knows what the best for me. Why Allah give me this opportunity to do this kind of PhD. Yes Allah absolutely knows me very well. I am very moody person, when I am doing something, it always depend on my mood (though not quite good :p ) . I need to find the right moment to do all my jobs. When "the perfect" time came for me to do my research, I diligently finished it very fast. But when I got stuck in my research project, I delayed it until I got the solution on it. In these times, my consultancy projects are the perfect getaways. I could do these consultancy projects while thinking about the solution of my research. In these periods I felt so grateful that I have other projects to do, instead of only doing research projects. The other way around when I felt so lazy doing the consultancy, my research is the perfect getaway. However, this moody action sometimes need to be forced so that I could finish everything by the deadlines. Perhaps, If I only doing the ordinary PhD, the research project only, I will be very stressful more than what I felt. 

Me and CN Tower, Toronto.


One of the positive sides doing this kind of PhD is that I do gained a lot of new knowledge in statistics from the consultancy projects that sometime the topic is very new for me, I never knew it before in my bachelor or master degree. The statistician networking also has been built in this case. Not only related to my research but also outside area, just like networking with statisticians in industry, government, NGO or from other university.

So, here I am now. Almost finish my 4th year of PhD with: 5 research papers (3 published; 1 submitted; 1 in revised process), 1 new research project, 10 finished consultancy projects ( 3 very big 
projects - 2 up to 3 years time scale; 5 medium projects - 3 months time scale; 2 small projects - 2 weeks time scale), 3 new consultancy projects. Alhamdulillah. 

The journey of my PhD is still coming, please pray for me so that I 
can finish next year (yes, I know I still have 2 more years, but I do hope that I can finish earlier), Insyaa Allah... hohoho ..(although Mr Tiring and Boring will always come),  

Thursday, November 26, 2015

(Student) Life in BE


Ngga kerasa udah lima tahun saya tinggal dan berguru di BE, lebih tepatnya di dusun kecil Diepenbeek. Cerita bagaimana saya bisa sampai di dusun ini, bisa dibaca disini dan cara untuk mendapatkan beasiswanya bisa pula dicheck disini ;) . Posingan kali ini sy ingin lebih bercerita tentang kehidupan saya disini, seluk beluk keseharian di kampus maupun di masyarakat lokal sini.

Tahun ini merupakan tahun kelima saya berguru di padepokan "Universiteit Hassellt" BE, tepatnya di jurusan Biostatistic. Dua tahun pertama sbg master student, dan skr saya sudah menginjak awal tahun ke-empat sbg PhD student.  Universiteit Hasselt, lokasinya berada di perbatasan antara dusun Hasselt dan Diepenbeek, tapi lebih ke arah Diepenbeek. Jarak Diepenbeek-Hasselt sekitar 8-10 menit menggunakan bus. Ada pula kampus baru "staad campus UH", tapi untuk Biostatistics sendiri berada di campus Diepenbeek.  Kenapa saya bilang dusun? Hasselt, apalagi Diepenbeek merupakan kota kecil di BE. Yah kira2 sekota Bogor lah Diepenbeek itu (kek nya lebih kecil lagi) ;).  Oh iya, Hasselt/Diepenbeek ini termasuk diwilayah BE Flanders (BE yg berbahasa Belanda).  Untuk BE berbahasa perancis (BE bagian selatan), dikenal dengan nama Wallonie. Ada satu lagi bagian BE yg berbahasa jerman, cuman lingkupnya sangat kecil. Sedang Brussels sendiri bahasanya campuran (belanda dan perancis), tapi lebih banyak perancisnya.
My Master of Statistics Graduation (09/12)
Hasselt sendiri merupakan "ibukota" propinsi Limburg, jadi segala keramaian ada di Hasselt. Tapi jangan dibandingin dengan kota besar lainnya, seperti Brussels, Antwerpent, Ghent dan Leuven. Hasselt masih kalah jauuuuh. Hehehe... Tapi lumayan lah ada sedikit keramaian dikala kebosanan melanda seorang student ini.. hahaha.  Diepenbeek? jangan ditanya, ngga ada apa2nya di Diepenbeek, yang ada hanya kuda, sapi, ladang jagung dan sungai. Tetapi justru itulah keunikan dan keuntungan tinggal di Diepenbeek as student, suasananya mendukung banget buat belajar dan tidur... haha.  
Albert Canaal, BE


#1. Accommodation

Accommodation tempat tinggal di BE rata2 lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga (NL), tapi masih lebih mahal daripada DE.  Faktor kota, fasilitas  dan jarak ke kampus/pusat kota juga sangat mempengaruhi harga student home/studio/apartment. Harga student room (dapur, toilet, km sharing) di Brussels/Antwerpent  lebih mahal dibandingkan kota2 lain (bisa berkisar 250-400 euro), sedang kota2 lain  (Leuven, Ghent, Hasselt/Diepenbeek) sekitar 180-300 euro per bulan. Untuk studio/apartment (dapur, toilet, km private) tentu bisa lebih mahal lagi.  Student room ini hanya untuk satu orang student loh yah, kl misal bawa keluarga, harus menyewa studio/apartment. Untuk Hasselt/ Diepenbeek sendiri harga  apartment satu kamar bisa seharga lebih 400-600 euro/bulan, belom termasuk biaya lain2 (listrik, air, gas, etc).  Untuk informasi accomodation di UH bisa dicheck di web UH

Saya sendiri dalam 5 tahun ini sudah berpindah-pindah dari satu dusun ke dusun lain. Dua tahun pertama, saya dapat student room di daerah perbatasan Diepenbeek-Genk,  di student home ini dapur, toilet dan kamar mandi sharing dengan student lain. Keknya dulu harganya masih < 200 euro all in.  Awal tahun ketiga saya pindah ke studio di Diepenbeek, disini semuanya private (km, toilet, dapur), harganya sekitar 375 euro (all in alias ngga usah bayar2 listrik, air, heater,etc). Karena merasa kekecilan (manusia selalu ngga puas :) ), akhirnya di awal tahun ke empat sy memutuskan pindah lagi ke studio yg lebih besar dengan satu kamar terpisah di perbatasan Hasselt-Diepenbeek (harganya berkisar 520 euro, dan ini belom bayar lain2). Karena merasa kegedean dan kemahalan (tuch khan ngga puas :) ) , akhirnya saya pindah lagi ke studio di Diepenbeek dengan harga 328 euro all in (beda dengan studio Diepenbeek sy sebelumnya, kali ini lebih luas dan lebih murah... hehe. 

#2. Living cost
-Meals
Untuk living cost terkait dengan makanan, NL dan DE termasuk lebih murah daripada di BE. Disini lebih mahal karena terkait pajak yg lebih tinggi. Warm meals di kantin kampus berkisar 4-6 euro, sandwiches/french fries lebih murah lagi (1-3 euroan). Durum/kebab  sekitar 4-6 euroan juga,  Untuk saya sendiri, saya lebih memilih masak sendiri ketimbang beli diluar, salah satu cara untuk menghemat dan pengobat rindu masakan Indonesia. Untuk masak sendiri, perbulan rata2 sekitar 150-200 euro.

Karena saya muslim, maka semua makanan harus halal. Saya share bagaimana cara mendapatkan halal food di BE disini.

Untuk mendapatkan ingredients  masakan Indonesia, bisa didapatkan di toko cina/Asia kadang di toko afrika juga ada. Di Hasselt hanya ada toko Thailand dan Afrika. Makanya saya lebih memilih pergi ke maastricht (NL) hanya sekedar membeli tempe dan tahu ... hehe. Jarak Diepenbeek-Maastricht hanya 45 dengan menggunakan bus.

-Books
Buku2 disini harganya lebih mahal dibandingkan dengan di Indonesia. Di Indonesia kita bisa foto copy buku2 pegangan, disini ngga bisa. Untuk course notes juga lumayan. Kalau bisa (sebisa mungkin) , dapetin lengseran buku/ course note dari kaka kelas, kan lumayan menghemat :p.

-Asuransi kesehatan
Asuransi kesehatan disini hukumnya wajib sekitar 50 an euro/ year, dan di BE termasuk murah jika dibandingkan dengan belanda (100 euro/ month). Untuk student, ada khusus asuransi (keknya 350 per year), kl yang ini boleh milih mau ikut apa kaga. 

#3. Transportation
Moda utama transportasi student disini dari dan ke kampus adalah sepeda dan Bus (kota lain tersedia metro/tram). Untuk sekali jalan, ongkos naik bus berkisar 1-3 euro (tergantung jarak). Untuk lebih menghemat, kita dapat membeli 10 rides card seharga 14 euro (1.4 per rides), atau kalau mendapat omnio status kita bisa membeli abodemen bus (omnipas25+) seharga 50 euro per tahun.  Status omnio ini merupakan status dr asuransi kl kita termasuk penduduk "miskin" dan wajib mendapat santunan... hehehe. Semua student yg dapat beasiswa biasanya dapat status ini, Salah satu benefitnya kita lebih banyak dapat reimburse di asuransi dan  ada reduction khusus di transportation cost (Bus/kereta).

Untuk transportasi ke luar kota, sy biasanya naik kereta. Di BE, untuk weekend ada discount 50% dari harga standard. untuk yg mempunyai omnio status, mendapatkan discount 50% untuk semua jurusan dalam belgia dan kapanpun waktunya (tanpa melihat weekend/weekdays). Selain itu dapat juga membeli 10 rides card (Rail pass) seharga 76 euro (7.6 euro per rides).

Untuk kamu2 yg dibawah umur 25th, ada discount tersendiri (dan pastinya lebih murah). Untuk abodemen bus (kl yg ini skr namanya buzzy pas), dan kalau kereta bisa pake go pass (50 euro / 5 euro per ride). Banyak tiket masuk museum yg menyediakan discount khusus buat student, apalagi student di bawah usia 25th. Jadi kalo mau sekolah ke LN, enakan waktu umur dibawah 25th, serba muraaah ...

Harga standard ongkos kereta lumayan mahal looh di BE. Dengan harga2 discount ini membuat hidup lebih indah bukan? hehehe.
website bus : Delijn (bus di daerah Flanders) , TEC (Bus di daerah Wallonie dan Brussels).
website train: NMBS/SNCB

#4. Religious Life
Ketersedian masjid di BE masih jarang, minim ada 1 masjid per kota. Di hasselt sendiri ada beberapa masjid (masjid komunitas maroko, turkish). Sedang di Diepenbeek belum ada masjid. Untuk di kampus UH sendiri ada ruangan khusus yg kita jadiin mushola, letaknya di ruangan D20. Ini sebenernya ruangan buat meditasi semua agama, namun karena yg make kita2 orang muslim buat sholat, yah secara otomatis kita jadiin mushola ajah. Sebelum ada ruangan ini, dulu saya sering sholat di ruang kelas yg kosong atau di gudang. Sering juga dulu sholat di ruangannya pendeta di kampus. Karena semakin banyak muslim yg sholat di ruangan pendeta inilah, yg menginisiative kampus untuk membuka satu ruangna khusus buat ibadah (aka sholat).

Jumlah muslim di kampus UH meningkat dibandingin pertama kali sy datang. Dulu, awal2 sy datang hanya ada 1-3 orang yg berhijab termasuk sy. Alhamdulillah skr udah mulai banyak banget (kebanyakan mereka anak2 BE keturunan maroko/ turki).

Untuk me-recharge rohaniah, kami disini mempunyai aktivitas pengajian online (seminggu sekali via skype, pesertanya student2 di BE dr berbagai kota), tapi kadang2 juga kita adain pertemuan offline. Cuman udah 6 bulan ini vakum.. hiks.

Selain online, untuk di BE sendiri ada pengajian offline perbulan di KBRI Brussels. Penyelenggara pengajian ini adalah KPMI Belgia (Keluarga Pengajian Muslim Indonesia Belgia). Di setiap kota biasanya juga ada, untuk di Limburg sendiri kita biasanya mengadakan pengajian setiap 3 bulan sekali.

Kegiatan sholat Ied (Idul Fitri dan Idul Adha) setiap tahun diadakan di KBRI, selain sholat dan bertemu teman2 sesama Indonesia, hidangan makan2 di moment ini juga paling ditunggu oleh saya.. hehehe.


#5. Social Life 
Banyak kegiatan kampus biasanya diadakan untuk para international student, kebanyakan untuk lebih mengenal daerah sekitar dan menambah keakraban student. City trips ke luar kota juga banyak diagendakan setiap tahunnya.

Selain bergaul dengan international student, bergaul dengan sesama student Indonesia juga penting. Banyak kegiatan PPI Belgia yg ditujukan untuk student baru. Biasanya kegiatan PPI dilakukan kerja sama dengan KBRI.

#6. Others
Banyak yg bertanya pada saya, dengan income yg didapat dr beasiswa apakah bisa hidup dan belajar di LN. Sangat bisa, kata saya. Rata2 beasiswa yg didapat oleh mahasiswa master berkisar 850-1300 euro per bulan. untuk hidup sendiri, uang beasiswa diatas sangat jauh lebih dari cukup, bahkan bisa tergolong hidup mewah. Tetapi jika membawa keluarga (spouse dan anak), tentu akan berbeda lagi perhitungannya.

Dulu waktu saya master (beasiswa VLIR), sebulan saya menerima 1000 euro. Saya hanya mengalokasikan rata2 500-600 euro per bulan (pengeluaran normal, ngga foya2, termasuk disini beli baju dan teman2nya), dan masih sangat bisa traveling ke LN nya juga. Jadi untuk student penerima beasiswa, uang beasiswa yg didapat sangat cukup untuk memenuhi segala kebutuhan.

Untuk student yg membawa keluarga juga banyak kemudahan yg didapat, biaya anak sekolah nol euro. Karena disini sekolah dasar gratis dan masih ada tunjangan dari pemerintah juga. 

Thursday, October 1, 2015

Half of my PhD period in UH

Alhamdulillah, today is exactly half of my PhD period in UH. Still 3 more years to come in order to complete my degree (in syaa Allah), though I really hope that I can defense next year (haha... dreaming! :) ). Is it long enough to get my PhD? yes! (i bet you said it loudly). I thought the same thing in the beginning, but within this 3 years I still feel the same... hahaha. Just kidding! Although some times I feel so depressed with my works (I bet all PhD student have the same feeling on it ;) ), one by one the works could be finished and I really enjoy the learning process. So here I am in the half of my way, I feel it just like yesterday when I was signing the contract as PhD student in UH. 

Why I have longer period for my PhD compared to normally PhD student has? A lot of friends asked the same question about it. I have 6 years contract being a slave...ups ... being Phd in UH. Compared to ordinary PhD (4 years), those students mainly doing research in those 4 years, perhaps some of them also doing other works (teaching, consultancy, etc), but the percentage of research:other = 85:15. In my case, instead of only doing research I also have to do some consultancy works (the percentage is 50:50 between the two), that's why I have longer period than those students. In UH, there are some colleagues that have the same PhD period as mine, but they have different tasks. They have to teach the bachelor degree instead of to do consultancy (as I know all of them are native in here), but some of them also doing consultancy as well (teaching+consultancy)..hehe. 

It is quite challenging experience doing research and consultancy in the same time.Since my research and consultancy project have very different topic. And also I need to manage the time wisely for the two types of works (research+consultancy), yet I really bad in this area. I am still learning how to divide my time between the two, especially when the deadline of the two very close each other. Is it stressing? yes!but what I learn from those 2 different things is valuable.



If I score what I did for this last 3 years (I need to be objective for myself), and compare the ones what I gained and the personal target that I had set in the beginning of my PhD ( I am a dreamer! ;) ), the scores as the following:
1) Research Papers (6/10)[Target: min 2 papers per year --> I still have 4 submitted + 1 drafted (the deadline is this week:( )] 
2) Consultancy (5/10) (Target: being expert in consultancy ---> haha.. still very far to go)

This scores made me realize that I still very far from what I expected and dreamed. I realize that this past 3 years I had so much leisure times as the escaped moment when I faced the difficulties in my research or consultancy projects. That's why I have and need to work harder to accomplish what I dream for. I really have to stop being lazy all the time and comeback become "old" myself that always work harder to get my dream come true. Lets starting this comeback by finishing the 5th paper this week!!Bismillah! 


Monday, November 18, 2013

Fenomena Laskar Pelangi dan buku kritikannya

Belakangan ini beberapa teman dunia maya memposting telaah salah satu buku  'Laskar Pemimpi; Andrea Hirata Pembacanya dan Modernisasi Indonesia' karya Nurhady Sirimonok. Sebut saja disini (blog pertama) dan diblog ini (blog kedua).   Sebenarnya buku kritikan ini sudah lama beredar (tahun 2008 kalau tidak salah). Hanya saja, beberapa bulan ini gaung kritikan buku ini sangat besar dan menguncangkan jiwa ... *haisssh apaan coba*.


Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (AH) adalah salah satu buku favorit saya, yang ter malah. Dari buku pertama sampai ke-empat saya lahap habis. Dan dari buku tersebut jugalah saya memberanikan untuk mencoba bermimpi kembali untuk meraih cita2 saya setelah sempat down tidak percaya diri kala itu. Jujur saja saya sangat terinspirasi dengan buku2 AH. Seperti saya ceritakan sebelumnya bahwa mimpi saya setelah lulus S1 adalah melanjutkan ke S2. Dan salah satunya cara agar saya bisa S2 adalah dengan jalan mencari beasiswa. Mencari beasiswa dalam negeri tahun 2005-2010 bagi pegawai swasta sangatlah susah kala itu, option satu2nya adalah dengan melamar beasiswa LN.  Dan akhirnya saya berada disini (red Belgia), sekarang saya tengah menjalani mimpi saya yang lain, menyelesaikan S3 Biostatistics di Hasselt Univeristy Belgia setelah September 2012 saya lulus S2 Biostatistics di universitas yang sama. Cerita saya bisa dilihat disini.

Tuesday, September 24, 2013

Dikecewakan ? sapa takut

Dikecewakan orang? sering banget menimpa saya, bahkan oleh orang yg sudah saya anggap sebagai sodara. Tetapi meski pertamanya sakit dihati, ketika kemudian kita ikhlas menerimanya, Masya Allah, Allah menggantinya dengan yg lebih baik lg. Seperti beberapa bulan lalu, ketika ada seorang teman yg tiba2 membatalkan janji tanpa alasan urgent, sempet sebel juga sech awalnya, tp the show must go on kan? dan tahu ngga? kl di tempat sy yang harusnya pergi dg teman sy tsb, sy dikenalkan  oleh teman lainnya dengan seorang sahabat baru yg Masya Allah baik bgt ... pdhl kita baru kenal di tempat itu, tetapi sudah langsung akrab n seperti sudah kenal selama bertahun tahun. Dan sampai skr beliau menjadi salah satu kakak terbaik sy disini.
Allah maha adil kawans, kl kita ditinggalkan teman krn sifat oportunis dia, jangan kuatir, Allah akan memberi ganti teman lainnya yg bs menerima kita apa adanya ...

so dikecewakan  teman? siapa takut!! *tapi moga ngga sering2 yah..hehehe*

Thursday, August 1, 2013

Turn your point of view

Waaaaooo udah lama banget ngga nulis disini, hampir 2 bulanan :( . Ada alasan kenapa jd males nulis, salah satunya krn kondisiku lagi down banget. Bukan karena apa, cuman krn lack of motivation ajah akhir2 ini ditambah ada  masalah "deadline" yg mengincar.. memang yah kl berhub ama "deadline" satu itu  seisi dunia bagai ancama :p ...*lebay*, alhasil pikiran negative ajah yg muncul, iri, rumput tetangga lebih ijo n jatuhnya jadi ngga bersyukur *astagfirullah*.

Tahu DP kan yah? bukan.. bukan si pedangdut itu,  ini DP si muslimah fashion designer tea. Kalo liat si mba satu ini ... Masya Allah keknya dia sempurnaaaaa bgt ngga sech. Dia cantik, badan tinggi, masih muda tp udah berprestasi bgt, udah berkeluarga, tajir pula n udah bisa menginspirasi ribuan wanita untuk berhijab . Kurang apa lagi coba? Masya Allah, Allah ngasih dia smuanya di dunia ini. Nah giliran aku? udah wajah biasa ajah, tubuh ga tinggi2 amat, prestasi ngga ada, udah umur segini juga blom ketemu jodohnya, ngga tajir pulak, keknya ngga adil bgt *Astagfirullah*.


Saturday, June 8, 2013

Motivation Letter - Que

Motivation letter (Cover Letter) merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan beasiswa. Karena banyak yg bertanya ttg motivation letterku dulu ketika apply beasiswa,  so aku share disini sajah :D. Sebenernya kamu bisa menemukan buanyak banget motivation letter n tips2 membuat di ranah dunia maya ini.. cari , amati, liat bagaimana mereka membuat n aplikasikan sesuai dg kondisi diri sendiri ...

pic source : here

Monday, May 13, 2013

Prosedur Legalisir Dokumen di Kedutaan

waooo udah lama ngga tulis menulis di blog ini. Oklah kalo begitu. Sekarang aku mo share tentang prosedur pengurusan legalisir di kedutaan *red. Belgia* yang pernah aku janjiin dahulu kala. Sekarang pasti masa2 pengurusan document2 buat ngajuin visa kan buat yg lolos seleksi beasiswa. ;)
Sebenernya prosedurnya sama dengan kedutaan2 lain *mungkin ada sedikit beda prosedur di kedutaannya*, cuman secara pengalamanku ngurus legalisir di kedutaan Belgia 3 tahun lalu, maka yg aku share disini lebih terkait dengan legalisir di keduataan belgia yahhh..

Jalur pengurusan legalisir di kedutaan sbg berikut:
Legalisir instansi terkait -> Legalisir Dep. Hukum dan HAM -> Legalisir Dep. Luar Negeri --> Legalisir Kedutaan


Thursday, April 25, 2013

Success???

"wah selamat yah da punya banyak perusahaan; wah sudah sukses nech jadi orang, udah punya tanah berhektar2; wah sukses nech udah punya banyak mobil; wah udah sukses nech jadi orang, udah bisa nikah ama anak orang tajir...."

Jadi sebenernya apa sech sukses itu?  Memang kriteria sukses bagi tiap2 orang pasti beda2, tergantung dari masing2 individu. Kl dilihat dari paragraf diatas, keknya sukses tuch kalo udah jadi orang kaya yah? dan semua serba materiiii ajah...hufff. apa bener tuch yang dibilang sukses? 

Friday, April 19, 2013

Balasan Alloh itu sempurna

Sempurna *nyayi mode on*...

Barusan baca blognya Pak JA ttg balasan itu sempurna. Jujur yah, aku juga masih tahap memperbaiki diri. Ada saatnya merasa down karena beberapa target belom tercapai, dan sering mengucap kata2 itu. Ko gini yah, ko gitu yah, dsb. Mempertanyakan nasib diri sendiri kpd yg punya hidup, Alloh SWT. Kl sudah dalam kondisi kek gitu, udah dech solusi yg paling enak *menurut aku*, istigfar banyak2 *ini tandanya kita masih blom bersyukur*, ambil aer wudhu, terus sholat 2 rokaat. In syaa Alloh setelah itu mendapat ketenangan. Yah at least dapat berpikir langkah kedepannya gimana untuk merealisasikan target tersebut. 

Balik lagi ke topik tadi, sering kali aku disini mengalami hal tersebut. Kenapa kebanyakan orang2 lokal sini yg notabene noni mendapat nilai2 yg masya Alloh gede banget (>15), padahal kita juga udah berusaha tapi tetep dapetnya segitu2 ajah :(.  Pernah satu dua kali diskusi kenapa hal ini terjadi, memang ada indikasi bahwa dosen2 disini suka ngasih nilai plus ama mereka tapi itu belom dapet dibuktikan secara fakta. Aku skr mikirny dr perspective kerja keras. Kenapa mereka dpt nilai2 besar, yah itu karena effort mereka untuk mendapatkan nilai itu juga jauuuuuuuh lebih besar dr aku. Aku liat sendiri, mereka2 itu *orang2 lokal sini* kalo belajar bener2 dach super duper tekun banget. Bisa dilihat kl musim ujian atau ngga ujian di perpus sini, huffft  penuh banget dach itu kursi2. Dan mereka bener2 belajar. Trus gt mereka ngerjain tugas dr prof juga yang niat gt. Kl aku mungkin ngerjain cuman ampe level 7, mereka bisa ampe level 12. So worthed lah kalo mereka dapet nilai lebih dari aku.

Friday, April 12, 2013

Enthusiasm


Berikut aku posting tulisanku 5 tahun yg lalu, dimasa2 aku ikhtiar mencari jalan menuju mimpiku :

=================================================================================

Nov 2nd, 2008

Disebuah pameran pendidikan tinggi eropa (EHEF-European Higher Education Fair) di Jakarta. 

#1. Seorang nenek berusia sekitar 70 tahun,rambut beruban dan hanya menggunakan selendang untuk menutupi sebagian kepalanya, dandanan nyentrik, stylish dan didampingi seorang gadis muda berusia 2o tahunan (kayanya cucu si nenek) dengan  membawa laptop. Si nenek berjalan mendatangi seorang bule suatu institusi perguruan tinggi The Netherlands. Dengan bahasa inggris yang fasih, beliau bertanya tentang program pendidikan yang disediakan oleh institusi si bule tersebut. Beliau bertanya dengan antusias, tak mengenal usia yang telah uzur. Kayanya sech si nenek menanyakan tentang program pendidikan yang akan ditujukan kepada si cucu,yang termanggut2 saja mendengar jawaban si bule atas pertanyaan yang dilontar si nenek. Atau bisa jadi si nenek mencari program pendidikan yang sesuai dengan beliau sendiri, maybe post doct atau prof.

pic source : here 

Halal is my way

Hidup di negara mayoritas non muslim memang tidak mudah, dibilang gampang juga engga. Apalagi terkait dengan makanan. Nah loh kok makanan? Yup makanan, karena sbg mana kita tahu makanan adalah hajat hidp orang banyak..nah loh? :p. 

Begini maksudnya, tahu sendiri kalau bagi kita, orang muslim, segala sesuatu yg masuk ke dalam tubuh kita HARUS halal khan? baik sumber (kehalalan dlm memperoleh makanan *red. gaji bukan hasil korupsi,dll*) maupun bahan2 makanan itu sendiri. Dan tahu sendiri kan kl kebanyakan di negara2 yg mayoritas non muslim, label halal di product makanan itu ngga ada * ada sech cuman sedikitttt banget*. Jadi bagi kami, orang muslim yg tinggal di negara2 tsb wajib untuk melakukan upaya "lebih" dibandingkan dengan teman2 yg di Indonesia atau mungkin yg tinggal di negara yg mayoritas muslim. 


Tuesday, April 9, 2013

Elephant Chain by Jamil Azzaini

Pengen sharing diblog ini cerita yg aku dpt dari video motivator yg paling aku suka, Pak Jamil Azzaini (JA).  So begini ceritanya: *jangan lupa sediain snack n teh anget, gorengan juga boleh krn ini bakalan laaamaaa :p*

Pada tahu ngga gimana gajah liar dijinnakkan ama pawang gajah?
Jadi ketika gajah liar ditangkap  (dengan cara ditembakkan obat bius), gajah pingsan tadi diletakkan di bawah pohon/tiang yg super duper besar *lebay*, pokoknya gede ajah ngelebihin besar gajahnya dan dikaki si gajah dikasih rantai kapal biar si gajah ga lepas. Karena si gajah liar ini habit awalnya lari kesana kemari buat nyari makan (baru tahu aku kalo gajah bisa lari sampai 40 km dlm sehari atau bahkan lebih), maka si gajah yg diikat tadi mencoba untuk melarikan diri, tetapi belum sempat berlari si gajah sudah jatuh duluan dikarenakan kakinya yg diikat di pohon besar tadi. Si gajah melakukan itu berkali2, berkali2 diapun terjatuh. Setelah itu si pawang memberi makan si gajah tadi. Setelah cukup kenyang n punya tenaga (tahu kan kl gajah punya 50 rb otot dibadannya? aku juga baru tahu :p), dengan kekuatan yg super dupernya tea si gajah mencoba untuk melarikan diri lagi, tetapi tetap saja dia terjatuh n terjatuh lagi, sampai akhirnya si gajah kecapean n si pawang memberi makan si gajah setelahnya. Rutinitas itu terus berlangsung berulang2, sampai kira2 2-3 mingguan si pawang melepas rantai gajah n menggantinya dengan tali rafia. 

Monday, April 8, 2013

Is it easy to make excuses?

Dulu sering kita denger dari orang tua kita kata2 "Nech anak pinter banget yah bikin alesan" ketika kita *gw kalee* dengan enggannya melakukan apa yg diperintahkan ama ortu, ie: suruh nyapu, ngepel, ato suruh beli cabe di warung sebelah :). anak kecil ini sebenernya mikir loh buat nyari alesannya ..


So sebenernya bikin alesan itu gampang ato susah sech? Skr aku coba mendeskripsikan yah .. hehe ..

Sunday, April 7, 2013

Spring Has Come

Yuhuuuu...alhamdulillah akhirnya hari ini suhu mulai naik juga. Yah naiknya sech cuman ampe 10 derajat Celcius, tapi lumayan lah dr pd lu manyun :p. Orang2 "lokal"disini juga udah mulai keliatan senyumnya yang semerekah sinar mentari hari ini, biasa effect winter gt kmrn, udah terkenal bgt orang "lokal" sini ikutan manyun kl winter tiba..hehe..Jadi keknya ada korelasi gt dech antara senyuman dengan musim :p. Buat aku sech smua musim aku suka banget terutama winter ama autumn. 

Karena hari ini cerah banget secerah hatiku #eaaa, ups bukan apa2, cuman target research buat bulan lalu lumayan kelar gt *bulan lalu???*, jadi ketahuan kan kl researchnya lambat? hehehe.. soalnya aku kan juga ngerjain consultancy yg menyita waktu, jadinya researchnya lambat juga progresnya ...*tetep yah another excuse :((*.  Alhamdulillah juga ada tanggapan positive dr profku, hasil yg pertama ini udah bisa dibikin paper *yahhh prof another work dunk ..:(. ..ngga papa ach yg penting tetap smangadddd.. ini jihad No, jihad nyari ilmu :) *. 

Combined Model

In statistics world, the combined model may varies in different approach. The combined model that I wanna share in here is combine model for count data. I just want to summarize what the combined model is , but not describe completely since there are a lot of scientific literature out there about it :p (ie: Booth et al( 2003), Molenberghs et al (2007)).

When you have count data in your pocket, you may know that the simplest way to handle such a data with the Poisson distribution model approach. Either you may use complicated or simple model, using the random effect or not.   The Poisson model assumed the equality between mean and variance. Though when we comparing the sample average and sample variance, we might ends up with not get the equality between both statistics. In statistics its called over dispersion/ under dispersion. 





Friday, April 5, 2013

Berlin punya gaya

Easter holiday tahun ini ngga kaya tahun2 kmrn dlm hal jumlah hari liburan. Kalo dulu aku bisa menikmati 2 mingguan masa libur, sekarang cuman sehari ajah :((. Itu karena masa libur PhD disini disamakan dengan staf, bukan ky student. Karena cuman punya 3 hari libur (Sabtu-Senin), jadinya memilih tempat liburanpun yg deket2 ajah. Alhasil terpilihlah Berlin.

Aku bersama seorang  teman memilih mengunakan Brussels Airlines menuju Berlin. Karena  pesen tiketnya lumayan mendadak, jadi kamipun mendapatkan harga yang lumayan juga ... huffft ...Ok just forget about the ticket fee for a while.


Wednesday, April 3, 2013

Prosedur Beasiswa VLIR-UOS

Banyak teman yang mengirimkan email menanyakan tentang prosedur beasiswa VLIR-UOS, dari kelengkapan dokumen2 sampai trick2 mendapatkannya. Well, disini coba aku rangkum yg aku ketahui based on pengalaman aku 2 thn silam. Pls Check it out!

#1. Apaan tuch VLIR-UOS Scholarship?


Apa sech beasiswa VLIR-UOS? pasti banyak yang belum mengetahui. Yup, dulu saya juga tidak mengetahui sampai seorang teman memberi tahu (cek serita saya disini). Well, singkatnya, beasiswa VLIR-UOS adalah beasiswa dr pemerintah belgia bagian Flanders yang ditujukan pada negara2 berkembang. Negara2 yg masuk criteria bisa dilihat di link ini.  Jatah terbesar beasiswa VLIR ditujukan untuk negara2 kawasan Afrika (75%), jadi jangan heran kalo nanti teman2 sekelasnya mostly orang Afrika :D. Dari link tersebut juga bisa diketahui eligible criteria untuk pelamar beasiswa VLIR. 


Tuesday, April 2, 2013

Alhamdulillah mimpi itu terwujud juga (II) ...

Yup, reserved candidate. Itu adalah hasil yg kuterima dr seleksi beasiswa VLIR.

Tetapi, dengan hasil itu semakin menambah motivasiku untuk meng-uprade diriku agar bisa ketrima beasiswa VLIR. Aku makin rajin belajar bhs inggris, dengerin musik belanda *nah lohhh*, belajar statistics lagi ditengah kesibukan pekerjaan yg kian hari kian hectic. MAsih dengan rutinitas yang sama, berangkat pagi2 bgt, pulang malem bgt, tak jarang pulang pagi :D. bagi teman2 yg bekerja di media pasti tahu bagaimana hecticnya jika deadline mengejar...hehehehe..

Melihat ritme kerja yg sebegitu hectic, ibuku memerintahkan aku untuk berjhenti bekerja di media n pindah sbg seorang PNS saja. Akhirnya, aku sebagai anak yg ingin berbakti pd orang tua manut *red. menurut* meski dengan hati yg berat, karena tahu dunia ke-PeeNeSan bagaimana :((. Melamar satu dua tiga kali kebeberapa instansi pemerinta waktu pembukaan PNS, akhirnya aku diterima sbg CPNS di salah satu departemen pemerintah di kawasan Ragunan. Jujur saja waktu itu, niatku hanya untuk birrul walidain n berpikir kali ajah dengan posisiku sbg PNS nantinya akan mudah bagiku untuk mendapatkan beasiswa VLIR *tetteppp fokus ke VLIR :p*. Itu terjadi saat Agustus thn 2009 kl tidak salah. 


Alhamdulillah mimpi itu terwujud juga (I) ...


Beasiswa VLIR-UOS, apaan tuch? Itu adalah pertanyaanku pertama kali mendengar nama beasiswa VLIR dari seseorang kaka kelas STK IPB teman sekerja di salah satu perusahaan media dikawasan Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2007 akhir. Sebut saja mba D namanya. Kebetulan mba D tahu banget kalo aku ingin kuliah  S2 dengan biaya bukan dr diri sendiri maupun dr ortu, alias nyari ngratesaaaan :D.  Dia sering ngeliat aku browsing2 beasiswa2 kl kerja *upps...korupsi waktu :p*. Mba D menceritakan bahwa ada temen sekelas dia, sebut saja mba I,yg kebetulan satu almamater juga di STK IPB, yang baru lulus S2 dari Belgia dengan beasiswa VLIR. 

Dari situ aku nyari tahu segala sesuatu yg terkait dengan beasiswa VLIR dr kontak mengkontak mba I serta student2 lain yg tengah menempuh S2 di Belgia kala itu. Jujur saja, sebelumnya aku bener2 ngga tahu tentang beasiswa ini, tahuku waktu itu hanya sekitar beasiswa Stuned Belanda, Monbusho Jepun, Fullbright USA, DAAD Jerman. Tetapi dari beasiswa2 tersebut jujur saja aku sempat kesulitan dengan jurusan yg aku inginkan kala itu , Statistics, dan pekerjaanku kala itu, pegawai swasta. Dan beasiswa VLIR-UOS menjawab itu semua, mereka menawarkan beasiswa Bio-Statistics dan pegawai swasta pun bisa untuk melamar..Yeyyyyyy...